Home » » Jurnal Aliansi Volume 2 No.1 tahun 2010

Jurnal Aliansi Volume 2 No.1 tahun 2010

Written By Laboratorium Ilmu Politik Unsil on Minggu, 13 Maret 2011 | 11:26 AM

Oleh :

Tim Labpol Universitas Siliwangi Tasikmalaya



Dari Redaksi


Perjalanan kebijakan otonomi daerah dalam konteks politik regional memasuki sebuah tahapan makin sulit, sejalan dengan berbagai praktik selama tahun 2010 ini. Tidak bisa dimungkiri pemberlakuan UU Nomor 32 Tahun 2004 telah banyak mengubah perilaku dan mindset aktor-aktor politik lokal yang berdimensi ganda. Yakni, dimensi positif dan dimensi negatif. Dimensi positif dapat dilihat dari beberapa contoh, khususnya yang berkait dengan demokratisasi politik lokal serta keterlibatan para aktor lokal dalam proses dan penyelenggaraan manajemen publik di daerah. Aktor-aktor pemerintahan daerah di lembaga eksekutif, legislatif, swasta, dan masyarakat umum sedang belajar mengelola wewenang yang diberikan melalui UU Nomor 32 Tahun 2004. Para aktor itu memiliki pengalaman dan apreasiasi langsung bagaimana sebaiknya pengambilan kebijakan publik di daerah dilakukan. 

Tulisan Oleh Ahmad Rofik dan Subhan Agung mencoba menyoroti tentang Politik Lokal di Kabupaten Banyumas, sebuah Kota di pinggiran Jawa Tengah. Tulisan ini membahas tentang peta politik di Kabupaten tersebut dengan mengaitkannya dengan pertautan kepentingan elit lokal. Tulisan ini ditutup dengan sebuah sebuah analisis tentang pertautan antara ekonomi politik lokal dalam satu kebijakan di Kabupaten Banyumas. Tulisan kedua dari Hendra Gunawan mencoba mengolaborasi tentang dinamika politik lokal di Tasikmalaya. Politik identitas yang melekat kuat dalam struktur masyarakat Tasikmalaya, dalam hal ini Islam, telah membawa dampak bagi penguasaan penafsiran oleh elit lokal di Tasikmalaya. Meskipun pada kenyataannya ada semacam counter atas tafsir tunggal itu. Tulisan Akhmad Satori dan Rino Sundawa Putra melengkapi bahasan tentang politik Lokal di Tasikmalaya tentang Islam. 

Disusul dengan tulisan Edi Kusmayadi dan Taufik Nurohman tentang Tinjauan Sosial Budaya dan Politik Masyarakat Adat Kampung Kuta, akan melengkapi pembahasan dalam dinamika politik lokal ini. Tulisan ini mencoba menganalisis tentang sebuah Kampung adat yang terletak di Kabupaten Ciamis dalam percaturan politik local. Bagaimanan kemudian kearifan lokal disana dihadapkan secara langsung dengan arus globalisasi yang dibawa oleh teknologi. Dua tulisan selanjutnya di tulis oleh Fitriyani Yuliawati dan Mohammad Ali Andreas, meskipun tidak secara langsung terkait dengan politik lokal namun keduanya penting untuk memberikan masukan dalam konteks politik lokal di Indonesia.

Dinamika Politik Lokal Banyumas

Politik Identitas

PERSEPSI PARTAI POLITIK ISLAM DAN PARTAI POLITIK BERBASIS ISLAM DI KABUPATEN TASIKMALAYA TERHADAP PENERAPAN...

TINJAUAN SOSIAL BUDAYA DAN POLITIK MASYARAKAT ADAT KAMPUNG KUTA DESA KARANGPANINGAL KECAMATAN TAMBAKSARI K...

EKSPLOITASI EKONOMI DALAM POLITIK LINGKUNGAN DI INDONESIA

MEMBANGUN OPOSISI MENUJU DEMOKRASI SUBSTANSIAL (TINJAUAN KRITIS TENGGELAMNYA OPOSISI PARTAI POLITIK PADA ...
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang di Situs Labpol Universitas Siliwangi

Foto saya
Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
Merupakan salah satu lembaga pengkajian dan pengembangan di bidang Ilmu Politik di lingkungan FISIP Unsil. Situs ini merupakan situs resmi Labpol Unsil. Selamat membaca, semoga bermanfaat. Amin.
 
Support : Unsil | FISIP Unsil | Jurnal Unsil
Copyright © 2013. Situs Resmi Labpol FISIP Universitas Siliwangi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger